Waspada Kanker Payudara
Waspada Kanker Payudara
Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker dengan jumlah kasus tertinggi di Indonesia, namun peluang kesembuhannya sangat besar jika berhasil dideteksi sejak stadium awal. Kesadaran untuk waspada terhadap penyakit ini sangat penting karena banyak pasien yang baru datang ke rumah sakit ketika kanker sudah memasuki stadium lanjut.
1. Kenali Ciri & Gejala Awal
- Benjolan keras pada payudara atau area sekitar ketiak yang biasanya tidak terasa nyeri.
- Perubahan bentuk atau ukuran payudara yang tidak biasa.
- Kulit payudara berubah tekstur, misalnya mengerut seperti kulit jeruk (lesung payudara).
- Puting susu melesak (tertarik ke dalam) atau mengeluarkan cairan/darah yang tidak normal
2. Metode Deteksi Dini
- SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri): Dilakukan secara mandiri di rumah setiap bulan, idealnya 7 hari setelah menstruasi berakhir. Anda bisa memeriksa perubahan bentuk dan meraba adanya benjolan di depan cermin saat mandi atau berbaring
- SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis): Pemeriksaan oleh tenaga medis profesional menggunakan alat penunjang. Untuk wanita usia 30-an ke atas atau yang memiliki risiko tinggi, skrining berkala menggunakan USG Payudara atau teknologi non-radiasi seperti ABUS (Automated Breast Ultrasound System) sangat disarankan. Bagi wanita berusia 40 tahun ke atas, skrining Mamografi dianjurkan setiap 1 hingga 2 tahun sekali.
3. Faktor yang perlu di perhatikan
- aktor Hormonal & Reproduksi: Menstruasi terlalu dini, menopause yang terlambat, belum pernah hamil, atau tidak menyusui.
- Gaya Hidup & Kesehatan: Obesitas (kelebihan berat badan), memiliki riwayat penyakit diabetes, kebiasaan merokok, serta konsumsi alkohol atau makanan siap saji (junk food) secara berlebihan.
- Genetik: Adanya anggota keluarga inti (ibu, anak, atau saudara kandung) yang memiliki riwayat kanker payudara.
---- Berita Terkait ----
